Betapa Besarnya Pengorbanan Seorang Ayah

Beranda informasi | Betapa besarnya pengorbanan seorang Ayah yang anda ataupun saya tidak menyadarinya karena Ayah tidak pernah mengungkapkan ini pada anak-anaknya , dia melaksanakan dan terus melaksanakan ini demi anak-anaknya tanpa mengharapkan tanggapan dari sang anak hingga dia menghembuskan nafasnya yang terakhir.

Betapa Besarnya Pengorbanan Seorang Ayah
image via pixabay.com


Memang dari sisi Agama , Ulama telah banyak menjelaskan wacana keutamaan antara seorang Ayah meupun ibu , dimana peran ibu tiga kali lebih mulia dari Ayah , sebagaimana Sabda Rasulullah :

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu , belia berkata ,

“Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata , ‘Wahai Rasulullah , kepada siapakah gua harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab , ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya , ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab , ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali , ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab , ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali , ‘Kemudian siapa lagi ,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab , ‘Kemudian ayahmu.’” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548)

Bahkan hal ini diperkuat oleh Ayat Al Qur’an :

“Kami perintahkan kepada insan supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya , ibunya mengandungnya dengan susah payah , dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya hingga menyapihnya yaitu tiga puluh bulan , sehingga apabila dia telah cukup umur dan umurnya hingga empat puluh tahun ia berdo’a:

“Ya Tuhanku , tunjukilah gua untuk mensyukuri ni’mat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya gua dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai. berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya gua bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya gua termasuk orang-orang yang berserah diri.”

(Qs. Al-Ahqaaf : 15)

Namun , banyak yang tidak mengetahui kelebihan seorang Ayah yang sering di rahasiakan sang Ayah kepada anaknya , untuk lebih jelasnya simak cerita berikut yang kami kutip dari log.palingseru.com :

Mungkin ibu lebih kerap menelpon untuk menanyakan keadaanku setiap hari , tapi apakah gua tahu , bahwa bekerjsama ayahlah yang mengingatkan ibu untuk meneleponku? Semasa kecil , ibukulah yang lebih sering menggendongku. Tapi apakah gua tau bahwa ketika ayah pulang bekerja dengan wajah yang letih ayahlah yang selalu menanyakan apa yang gua lakukan seharian , walau dia tak bertanya pribadi kepadaku karena saking letihnya mencari nafkah dan melihatku terlelap dalam tidur nyenyakku.

Saat gua sakit demam , ayah membentakku “Sudah diberitahu , Jangan minum es!” Lantas gua merengut menjauhi ayahku dan menangis didepan ibu.

Tapi apakah gua tahu bahwa ayahlah yang risau dengan keadaanku , hingga dia hanya mampu menggigit bibir menahan kesakitanku.

Ketika gua remaja , gua meminta izin untuk keluar malam. Ayah dengan tegas berkata “Tidak boleh! ”Sadarkah gua , bahwa ayahku hanya ingin menjaga gua , dia lebih tahu dunia luar , dibandingkan gua bahkan ibuku?

Karena bagi ayah , gua yaitu sesuatu yang sangat berharga. Saat gua sudah dipercayai olehnya , ayah pun melonggarkan peraturannya.

Maka kadang gua melanggar kepercayaannya. Ayahlah yang setia menunggu gua diruang tamu dengan rasa sangat risau , bahkan hingga menyuruh ibu untuk mengontak beberapa temannya untuk menanyakan keadaanku , ”dimana , dan sedang apa gua diluar sana.”

Setelah gua cukup umur , walau ibu yang mengantar gua ke sekolah untuk berguru , tapi tahukah gua , bahwa ayahlah yang berkata: Ibu , temanilah anakmu , gua pergi mencari nafkah dulu buat kita bersama.

Disaat gua merengek memerlukan ini – itu , untuk keperluan kuliahku , ayah hanya mengerutkan dahi , tanpa menolak , dia memenuhinya , dan cuma berpikir , kemana gua harus mencari uang suplemen , padahal gajiku pas-pasan dan sudah tidak ada lagi kawasan untuk meminjam.

Saat gua berjaya. Ayah yaitu orang pertama yang bangkit dan bertepuk tangan untukku. Ayahlah yang mengabari sanak saudara , ”anakku sekarang sukses.” Walau kadang gua cuma mampu membelikan baju koko itu pun cuma setahun sekali. Ayah akan tersenyum dengan bangga.

Dalam sujudnya ayah juga tidak kalah dengan doanya ibu , cuma bedanya ayah simpan doa itu dalam hatinya. Sampai ketika nanti gua menemukan jodohku , ayahku akan sangat berhati – hati mengizinkannya.

Dan karenanya , dikala ayah melihatku duduk diatas pelaminan bersama pasanganku , ayahpun tersenyum bahagia. Lantas pernahkah gua memergoki , bahwa ayah sempat pergi ke belakang dan menangis? Ayah menangis karena ayah sangat bahagia. Dan dia pun berdoa , “Ya Alloh , tugasku telah selesai dengan baik. Bahagiakanlah putra putri kecilku yang manis bersama pasangannya.

”Pesan ibu ke anak untuk seorang Ayah”

Anakku..

Memang ayah tidak mengandungmu , tapi darahnya mengalir di darahmu , namanya melekat dinamamu … Memang ayah tak melahirkanmu , Memang ayah tak menyusuimu , tapi dari keringatnyalah setiap tetesan yang menjadi air susumu …

Nak..

Ayah memang tak menjagaimu setiap dikala , tapi tahukah kau dalam do’anya selalu ada namamu disebutnya … Tangisan ayah mungkin tak pernah kau dengar karena dia ingin terlihat besar lengan berkuasa biar kau tak ragu untuk berlindung di lengannya dan dadanya ketika kau merasa tak aman…

Pelukan ayahmu mungkin tak sehangat dan seerat bunda , karena kecintaanya dia takut tak sanggup melepaskanmu… Dia ingin kau berdikari , biar ketika kami tiada kau sanggup menghadapi semua sendiri..

Bunda hanya ingin kau tahu nak.. bahwa… Cinta ayah kepadamu sama besarnya dengan cinta bunda.. Anakku… Makara didirinya juga terdapat surga bagimu… Maka hormati dan sayangi ayahmu.

Terima Kasih Ayah

Bagikan goresan pena sederhana kepada semua temanmu , biar kita semua tahu belakang layar besar seorang ayah.

sumber: www.portalbara.com

Artikel Beranda Informasi Lainnya :

Scroll to top